Sabtu, 23 November 2013

PAHLAWAN MASA KINI

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

     Selamat datang diblog saya Wahyu Dwi S. Pada kesempatan kali ini, saya akan mempostingkan tentang pahlawan masa kini. Dan inilah hasilnya.

     Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan-pahlawan Nasional. Ir Soekarno, M Hatta, Patti Mura, Sisinga Mangaraja, R.A Kartini adalah beberapa orang yang berpengaruh dalam kemerdekaan dan kemajuan Indonesia, dan disebut pahlawan masa dulu.
     Sekarangpun kita masih memiliki pahlawan yang sangat berjasa bagi kita semua. Siapakah pahlawan-pahlawan itu? Orang tua, guru, polisi, TNI, PMI adalah salah satunya. Diantara pahlawan-pahlawan itu, saya akan membahas kepahlawanan seorang guru.
















BIODATA GURU


Nama : Sutinem S.Pd.SD
Ttl : Cawas , 15 April 1966
Alamat : Sumber Suko Jaya Kp 1
Agama : Islam
Riwayat Pendidikan
SD : SDN Toto Margomulyo
SMP : SMP Xaverius Baturaja
SPG : Xaverius Belitang
PT : UT UPJJ Palembang
Mengajar di : SDN Toto Margo Mulyo
NIP : 196604151988042002

     Sangatlah besar jasa guru bagi kita. Mereka telah mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk kepada kita. Kita tidak mungkin bisa apa-apa tanpa bantuan guru. Siapa yang mengajari kita membaca, menulis, berhitung? Siapa yang mengajari kita tentang arti kehidupan bermasyarakat? Siapa yang memberi kita pengetahuan tentang dunia ini? Semua pengajaran itu diberikan oleh guru kita dengan kesabaran dan ketulusan. Mereka tidak menginginkan belas asih. Yang mereka inginkan bukanlah uang. Keinginan mereka hanya satu, menjadikan kita pintar dan berguna bagi Bangsa dan Negara.
     Coba kita lihat para pejabat dan petinggi negara, mereka dulu juga sekolah untuk mencari ilmu. Mereka tidak mungkin bisa sampai saat ini tanpa ilmu dan pengajaran yang diberikan guru mereka. Dan ingat, apakah ada guru yang meminta balasan kepada muridnya? Mereka tidak mungkin melakukan hal itu.Melihat kita sukses saja sudah membuat mereka bangga dan puas. Bayangkan jika dinegara kita tidak ada yang namanya guru! Mau jadi apa negara ini? Negara yang kaya akan budaya dan kelimpahan alamnya.
     Diplosok negara ini, masih banyak sekolah-sekolah yang rusak dan fasilitas yang tidak memadai. Padahal itu salah satu sarana bagi guru untuk memberikan ilmu kepada anak-anak didiknya. Anak-anak yang mempunyai cita-cita tinggi itu tidak bisa mendapatkan ilmu dengan baik jika sekolah mereka rusak dan kurangnya fasilitas. Seharusnya pemerintah memperhatikan itu dan segera memberikan bantuan. Bukannya memikirkan kepentingan mereka sendiri. Pemerintah harus ikut membantu guru untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Anak-anak yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa.

      Terima kasih guruku atas semua yang engkau berikan pada kami. Kami tidak mungkin bisa sampai saat ini tanpa bantuan darimu. Engkau adalah pahlawan bagi kami. Pahlawan sesungguhnya dengan tujuan mulia untuk mencerdaskan bangsa. Pahlawan yang tanpa tanda jasa.       Maafkan kami yang terlalu sering membuatmu marah dan kecewa atas kelakuan kami. Ketahuilah, sesungguhnya itu kami lakukan hanya untuk mencari perhatian darimu. Karna kami sangat sayang padamu. Kami mohon didiklah kami agar bisa menjadi sepertimu yang berguna bagi Nusa dan Bangsa.
Kami yang nantinya akan menggantikanmu menjadi pahlawan.

      Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan. Saya mohon maaf bila ada kesalahan, dan saya ucapkan terima kasih banyak bagi pengunjung blog ini yang mau meluangkan waktunya.
Saya mewakili yang lain mengucapkan, Selamat Hari Guru, 25 November 2013.



           Bagi pengunjung blog ini, silahkan tinggalkan komentar anda.Semoga postingan saya kali ini bermanfaat bagi kita semua.


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Kamis, 31 Oktober 2013

assalamualakum warahmatullahi wabarakatuh


ACARA BULAN BAHASA SMAN1BELITANG


     Untuk memperingati hari SUMPAH PEMUDA, sekolah saya mengadakan perlombaan. Seluruh kelas X,XI, dan XII di wajibkan untuk mengikuti acara tersebut. Pada tanggal 25 dan 26 adalah babak penyisihan, sedangkan grand final diadakan pada tanggal 28 yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.
Perlombaan yang diadakan adalah
1.Lawak
2.MC
3.Baca Puisi
4.Juara satu
5.Menirukan tokoh

        
 
 

mungkin ini yang bisa saya sampaikan, jangan lupa bagi pengunjung blog ini silahkan tinggalkan komentar anda.

Minggu, 06 Oktober 2013

Inilah 4 Prinsip Pokok Pembelajaran Abad ke-21

Jika Anda sempat menelaah isi buku PARADIGMA PENDIDIKAN NASIONAL ABAD XXI yang diterbitkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) atau membaca isi Pemendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, Anda akan menemukan sejumlah prinsip pembelajaran sebagai acuan dasar berpikir dan bertindak guru dalam mengembangkan proses pembelajaran. BNSP merumuskan 16 prinsip pembelajaran yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan abad ke-21. Sedangkan Pemendikbud No. 65 tahun 2013 mengemukakan 14 prinsip pembelajaran, terkait dengan implementasi Kurikulum 2013. Sementara itu, Jennifer Nichols menyederhanakannya ke dalam 4 prinsip, yaitu:  (1) instruction should be student-centered; (2) education should be collaborative;  (3) learning should have context; dan (4) schools should be integrated with society.
4 Prinsip Pokok Pembelajaran Abad ke-21
4 Prinsip Pokok Pembelajaran Abad ke-21
Keempat prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang digagas Jennifer Nichols tersebut dapat dijelaskan dan dikembangkan seperti berikut ini:
1.  Instruction should be student-centered
Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Siswa tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang terjadi di masyarakat.
Pembelajaran berpusat pada siswa bukan berarti guru menyerahkan kontrol belajar kepada siswa sepenuhnya. Intervensi guru masih tetap diperlukan. Guru berperan sebagai fasilitator yang berupaya membantu mengaitkan pengetahuan awal (prior knowledge) yang telah dimiliki siswa dengan informasi baru yang akan dipelajarinya. Memberi kesempatan siswa untuk belajar sesuai dengan cara dan gaya belajarnya masing-masing dan mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas proses belajar yang dilakukannya.  Selain itu, guru juga berperan sebagai pembimbing, yang berupaya membantu siswa ketika menemukan kesulitan dalam proses mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya.
2. Education should be collaborative
Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna, siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.
Begitu juga, sekolah (termasuk di dalamnya guru) seyogyanya dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan (guru) lainnya di berbagai belahan dunia untuk saling berbagi informasi dan penglaman tentang praktik dan metode pembelajaran yang telah dikembangkannya. Kemudian, mereka bersedia melakukan perubahan metode pembelajarannya agar menjadi lebih baik.
3. Learning should have context
Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang dikaitkan dengan dunia nyata.
4. Schools should be integrated with society
Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya. Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.
Dengan kekuatan teknologi dan internet, siswa saat ini bisa berbuat lebih banyak lagi. Ruang gerak sosial siswa tidak lagi hanya di sekitar sekolah atau tempat tinggalnya, tapi dapat menjangkau lapisan masyarakat yang ada di berbagai belahan dunia. Pendidikan perlu membantu siswa menjadi warga digital yang bertanggung jawab.
Sumber:
Dikembangkan dari: Jennifer Nichols (2013). 4  Essential of 21st Century Learning